estoria.id - Tangis haru dan rasa syukur mengiringi langkah Seraf Naro Siregar setelah menuntaskan penampilannya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Atlet wushu Indonesia itu berhasil mempersembahkan medali perunggu dari nomor Mens Nanquan sekaligus menjadi peraih medali pertama bagi Kontingen Indonesia.
Di balik medali tersebut tersimpan perjuangan yang tidak ringan. Seraf mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri karena mengalami cedera pada kedua kakinya menjelang pertandingan.
Kondisi itu dialaminya ketika persiapan menuju pertandingan memasuki fase penting. Namun, Seraf berusaha menyingkirkan keraguan dan tetap menjalani pertandingan dengan maksimal.
Dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan bagi Seraf untuk tetap bertahan. Ia menyebut dukungan datang dari pelatih sasana, pelatih daerah, pelatih pelatnas, manajer hingga kepala pelatih.
Perjuangan itu akhirnya berbuah podium.
Bagi Seraf, medali perunggu Asian Games bukan sekadar pencapaian di atas kertas. Ajang empat tahunan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar dalam perjalanan kariernya sebagai atlet.
“Buat saya segalanya ya karena Asian Games bukan pertandingan biasa. Atlet mana pun bermimpi berkompetisi di sini, apalagi dapat medali,” ujar Seraf, Minggu (20/9/2026).
Ia bahkan menyebut medali tersebut sebagai gambaran dari seluruh perjalanan kariernya selama menjadi atlet.
“Arti medali ini mungkin adalah seluruh karir saya. Saya mendedikasikan semua hidup saya hanya untuk event terbesar ini,” katanya.
Medali pertama Indonesia itu kemudian dipersembahkan Seraf untuk orang-orang yang selama ini berada di belakang perjuangannya.
Ia mempersembahkan medali tersebut untuk masyarakat Indonesia, keluarga, serta seluruh pelatih yang telah memberikan dukungan dan mendampinginya hingga mampu berdiri di podium Asian Games Aichi-Nagoya 2026.