estoria.id - Langkah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di Kejuaraan Dunia BWF 2026 harus terhenti di semifinal. Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Indonesia kembali gagal mengirimkan wakil ke partai final.
Amri/Nita memang belum pulang dengan tangan kosong. Tiket semifinal memastikan pasangan ganda campuran Indonesia itu membawa pulang medali perunggu.
Meski demikian, hasil tersebut tetap menyisakan catatan bagi bulutangkis Indonesia. Amri/Nita menjadi wakil pertama Indonesia di nomor ganda campuran yang berhasil meraih medali pada Kejuaraan Dunia sejak terakhir kali pencapaian serupa ditorehkan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pada 2017.
Namun, absennya Merah Putih di final menjadi sorotan. Untuk tahun kedua secara beruntun, tidak ada satu pun wakil Indonesia yang mampu menembus pertandingan perebutan gelar juara dunia.
Situasi ini mengulang catatan 2025. Saat itu, Indonesia juga gagal menempatkan wakil di final dan hanya Putri Kusuma Wardani yang mampu mencapai semifinal.