"Banyak titik yang kami telusuri karena dia terus berpindah-pindah. Kami terus berkoordinasi dengan keluarga dan kerabatnya," tambahnya.

 

Penyelidikan juga diperkuat dengan hasil autopsi yang menyimpulkan korban meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya ditemukan. Tim dokter forensik menemukan indikasi korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen yang menyebabkan mati lemas.

 

Sejumlah barang bukti turut memperkuat dugaan pembunuhan. Di dalam mobil korban ditemukan sepasang sandal hotel yang diduga berkaitan dengan terduga pelaku.

 

Selain itu, penyidik telah mengantongi rekaman CCTV yang memperlihatkan korban bersama seorang pria berkacamata di kawasan Alun-alun Kota Batu beberapa hari sebelum kematiannya.

 

Rekaman kamera pengawas di Bandara Juanda juga menunjukkan mobil dinas korban masuk ke area parkir dikemudikan seorang pria bermasker dan berkacamata yang ciri-cirinya disebut identik dengan pria dalam rekaman sebelumnya.