Di sisi lain, kondisi kesehatan Netanyahu juga sempat menjadi perhatian publik. Awal tahun ini, ia mengungkapkan telah menjalani prosedur medis untuk mengangkat tumor ganas berukuran kecil pada prostat yang masih berada pada stadium awal.
Pengumuman pencalonan kembali Netanyahu juga bertepatan dengan perkembangan penting di panggung internasional. Amerika Serikat dan Iran baru saja mencapai kesepakatan damai yang memicu perdebatan di Israel. Sejumlah tokoh sayap kanan menolak keras perjanjian tersebut karena dianggap tidak memberikan jaminan keamanan yang memadai bagi negara Yahudi itu.
Salah satu kritik datang dari mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, yang juga digadang-gadang menjadi pesaing kuat dalam pemilu mendatang. Bennett menilai kesepakatan antara Washington dan Teheran sebagai sebuah langkah yang berpotensi mengubah peta keamanan kawasan.
Menurutnya, perjanjian AS-Iran tersebut merupakan "titik balik berbahaya bagi keamanan Israel".
Dengan deklarasi Netanyahu dan munculnya kritik terhadap kesepakatan AS-Iran, persaingan menuju pemilu Oktober diperkirakan akan berlangsung sengit.