Bagi Fauzi, kebiasaan literasi yang tumbuh di kalangan pelajar turut menentukan kualitas sumber daya manusia Sumenep pada masa mendatang. Generasi yang memiliki wawasan luas dan mampu mengembangkan potensinya dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.

 

Tak hanya mendorong budaya membaca dan menulis, Bupati juga mengingatkan pelajar agar lebih cermat memanfaatkan teknologi digital. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan memeriksa kebenaran berita, mengenali sumber informasi, dan menyaring konten menjadi keterampilan yang tidak bisa diabaikan.

 

Ia meminta para siswa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya produktif. Sebaliknya, pelajar diharapkan tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

 

“Para pelajar harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya, supaya menjadi generasi yang cerdas dalam menerima informasi, tidak mudah percaya begitu saja, dan mampu menggunakan media digital untuk hal-hal yang produktif,” tuturnya.

 

Fauzi berharap Pekan Literasi 2026 di SMAN 1 Sumenep tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan positif yang terus tumbuh di kalangan siswa. Semangat membaca, keberanian menulis, ketajaman berpikir, dan kreativitas berkarya diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.