estoria.id - Penjelasan medis atas kematian pasien BPJS di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep masih menjadi persoalan yang membutuhkan kejelasan. Di tengah upaya memperoleh keterangan mengenai kasus kematian Dani, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur mengarahkan jurnalis untuk meminta tanggapan langsung kepada pihak rumah sakit. Sementara itu, Ketua IDI Cabang Sumenep, dr. Rifmi Utami, belum memberikan jawaban substantif atas pertanyaan yang telah dikirimkan melalui WhatsApp.

 

Sikap tersebut menambah daftar pertanyaan yang belum terjawab di tengah perhatian publik terhadap kematian pasien tersebut. Keluarga membutuhkan penjelasan mengenai peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarganya, sedangkan jurnalis berupaya memperoleh keterangan dari pihak-pihak terkait agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.

 

Respons IDI Jawa Timur disampaikan Santi, admin IDI Jatim, melalui pesan WhatsApp, Rabu (28/10/2026) pagi. Ia menyebutkan bahwa pengurus IDI Jatim mengarahkan agar konfirmasi mengenai persoalan tersebut disampaikan kepada rumah sakit terkait.

 

“Assalamualaikum Wr Wb ijin bapak menyampaikan arahan dari pengurus IDI Jatim, unt tanggapan perihal tersebut mohon menghubungi dengan RS terkait njih. Matur nuwun,” tulis Santi.

 

Sebelumnya, redaksi estoria.id telah berupaya meminta tanggapan Ketua IDI Sumenep, dr. Rifmi Utami, sejak Senin (26/10/2026) pagi.