estoria.id – Penantian keluarga Moh. Firman Ramdhani (22), alias Dani, atas penjelasan medis penyebab meninggalnya anggota keluarga mereka di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep belum berujung pada kepastian. Karena itu, keluarga berencana membawa persoalan tersebut ke Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026).

 

Langkah ini menjadi upaya keluarga untuk meminta kejelasan atas penanganan medis Dani hingga mengembuskan napas terakhir. Hingga Rabu (28/10/2026), keluarga mengaku belum menerima hasil investigasi internal yang sebelumnya dijanjikan pihak rumah sakit.

 

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, membenarkan rencana kedatangan keluarga tersebut. Menurut dia, perkembangan persoalan akan diketahui setelah keluarga menyampaikan laporan secara resmi kepada DPRD.

 

“Bagaimana hasilnya kita lihat saja besok, karena memang dari RS BHC belum ada kejelasan,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2026) sore.

 

Bagi keluarga, laporan ke DPRD bukan sekadar menyampaikan keberatan. Mereka menginginkan penjelasan yang terang mengenai tindakan medis yang diberikan kepada Dani sebelum meninggal dunia, sekaligus kepastian atas hasil penelusuran internal yang disebut-sebut akan disampaikan rumah sakit.

 

Sepupu almarhum berinisial Y mengatakan, keluarga masih berpegang pada janji yang disampaikan perwakilan RS BHC saat berkunjung ke rumah duka untuk bertakziah. Dalam kesempatan itu, pihak rumah sakit disebut berjanji akan menjelaskan hasil investigasi internal secara langsung kepada keluarga.

 

Namun, hingga Selasa (27/10/2026) malam, penjelasan tersebut belum diterima.

 

“Kami sampai saat ini masih menunggu hasil investigasi dan penjelasan hasilnya secara medis dari RS BHC Sumenep,” ujar Y.

 

Belum adanya penjelasan itu membuat keluarga terus menunggu kepastian. Melalui Komisi IV DPRD Sumenep, mereka berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dan tidak berhenti pada janji penyampaian hasil investigasi.

 

Di tengah penantian keluarga, upaya konfirmasi kepada pihak RS BHC Sumenep kembali dilakukan pada Rabu (28/10/2026).

 

Redaksi estoria.id juga berupaya meminta konfirmasi kepada Sandra Rahestri, Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, pada Rabu (28/10/2026). Upaya menghubungi Sandra dilakukan melalui sambungan telepon WhatsApp sebanyak tiga kali, masing-masing pada pukul 13.59 WIB, 14.19 WIB, dan 14.28 WIB.

 

Namun, seluruh panggilan tersebut belum mendapat jawaban, meskipun sambungan WhatsApp tampak berdering. Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh tanggapan dari Sandra terkait hasil investigasi internal maupun penjelasan medis atas kematian Dani.