Namun, hubungan kekerabatan politik tersebut perlu dibedakan dari perjalanan politik Dedi sendiri yang sudah dibangun sejak akhir 1990-an.
Anak Desa Menjadi Tokoh Politik Nasional
Ada satu benang merah yang terlihat dalam perjalanan panjang Dedi Mulyadi.
Ia tidak pernah sepenuhnya meninggalkan identitas yang dibentuk oleh masa kecilnya.
Kampung Sukadaya, sawah, kehidupan petani, budaya Sunda dan pengalaman hidup masyarakat bawah justru menjadi bagian dari bahasa politik yang ia gunakan hingga sekarang.
Baca Juga:Pemeran Pigeon Lady di Home Alone 2 Meninggal di Usia 81 Tahun, Ini Jejak Kariernya yang Mendunia
Itulah yang membuat sosok Dedi berbeda dibanding sebagian politisi yang tumbuh sepenuhnya dari lingkungan elite politik.
Dedi membangun kariernya dari bawah.