estoria.id - Jika skenario Prabowo Subianto tanpa Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029 benar-benar berkembang, kubu Joko Widodo disebut mulai menyiapkan sejumlah alternatif.
Salah satu nama yang mencuat adalah Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Nama Dedi disebut muncul dalam pertemuan relawan Jokowi di kawasan Kuningan, Jakarta. Dalam forum tersebut, Gibran dikabarkan mulai diperbincangkan untuk dipasangkan dengan Dedi Mulyadi.
“Kemudian di pertemuan di daerah Kuningan Jakarta itu muncullah nama Gibran akan dipasangkan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,” dikutip dari program Bocor Alus Politik Tempo pada Sabtu 19 September 2026.
Munculnya nama Dedi bukan tanpa alasan.
Dalam pembahasan tersebut, Dedi disebut memiliki tren elektabilitas yang meningkat sejak awal 2026. Bahkan, seorang pejabat yang disebut pernah berkomunikasi dengan Jokowi mengungkapkan bahwa perkembangan elektabilitas Dedi telah menjadi perhatian sejak awal tahun.
“Jokowi itu sudah mencermati melalui survei internal atau lewat survei internal bahwa nama Dedi Mulyadi itu trennya sudah mulai naik di awal tahun,” kata narasumber.
Perkembangan tersebut kemudian disebut mendorong komunikasi antara Jokowi dan Dedi Mulyadi.
“Karena mencermati tren elektabilitas Dedi Mulyadi, Jokowi berupaya menjalin komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat itu,” lanjutnya.
Namun, komunikasi tersebut disebut belum secara langsung mengarah pada pembentukan pasangan capres-cawapres.
Seorang politikus PSI yang dikutip dalam pembahasan itu menyebut hubungan Jokowi dan Dedi lebih banyak berkaitan dengan pembicaraan mengenai kebijakan dan perkembangan daerah.
“Penjajakannya itu belum konkret ke arah pasangan capres-cawapres. Masih sekadar komunikasi, diskusi-diskusi mengenai kebijakan, apa yang terjadi di daerah dan lain sebagainya,” kata narasumber.
Gibran-Dedi atau Gibran-AHY?
Selain Dedi Mulyadi, nama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga disebut masuk dalam skenario pasangan untuk Gibran.
Keduanya dianggap memiliki latar belakang berbeda yang dapat menjadi pertimbangan dalam membangun pasangan politik.
“Gibran juga dikaji untuk berpasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat H Agus Harimurti Yudhoyono,” demikian pembahasan dalam program tersebut.
Skenario tersebut juga dikaitkan dengan upaya mempertemukan representasi sipil dan militer dalam satu pasangan.
Namun, penjajakan tersebut disebut belum menjadi pembicaraan resmi yang mengikat Partai Demokrat.
“Di kubu Demokrat sendiri masih agak resisten,” kata narasumber, seraya menjelaskan adanya persoalan hubungan politik masa lalu antara Demokrat dan pemerintahan Jokowi.
Jokowi dan Gerak Politik Menuju 2029
Sementara itu, aktivitas politik Jokowi juga menjadi sorotan.
Dalam pertemuan dengan relawan, selain membicarakan Pilpres 2029, muncul pula pembahasan mengenai kemungkinan Jokowi menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Para relawan disebut mendorong Jokowi mengambil posisi tersebut dengan alasan hasil sejumlah survei yang mereka klaim menunjukkan potensi peningkatan elektabilitas PSI apabila dipimpin Jokowi.
“Jokowi tidak menjawab tidak atau iya, tapi Jokowi memaparkan pencermatan Jokowi terhadap survei politik,” kata narasumber.
Dalam pembahasan itu disebut ada survei yang menunjukkan elektabilitas PSI bisa berada di kisaran 15-16 persen apabila diketahui atau dipimpin Jokowi. Namun, narasumber sendiri menegaskan angka tersebut merupakan klaim yang masih perlu diuji.
“Tentunya ini hanya klaim mereka ya, karena kita juga menguji soal informasi yang dihembuskan oleh orang-orang PSI,” katanya.
Tidak semua relawan disebut sepakat dengan gagasan Jokowi menjadi Ketua Umum PSI.
Sebagian justru menganggap Jokowi lebih tepat mengambil posisi sebagai tokoh di luar struktur partai.
“Jokowi ini terlalu berisiko kalau misalnya jadi ketua umum PSI. Karena PSI ini juga sebelumnya sudah terbukti enggak lolos ke Senayan,” kata salah satu relawan yang dikutip dalam program tersebut.
Dengan demikian, skenario politik yang berkembang di sekitar Jokowi menuju 2029 tidak hanya berbicara mengenai masa depan Gibran.
Nama Dedi Mulyadi dan AHY mulai muncul sebagai bagian dari kemungkinan pasangan Gibran, sementara posisi Jokowi sendiri juga dikaitkan dengan masa depan PSI.
Namun, seluruh skenario tersebut masih berada pada tahap pembicaraan, komunikasi dan penjajakan. Belum ada keputusan resmi mengenai pasangan calon yang akan maju pada Pilpres 2029.