“Bangga sekali melihat Tongtong Sumenep bisa tampil di sini dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk terus memperkenalkan seni dan budaya Sumenep ke tingkat yang lebih luas,” kata Faruk, Rabu (7/10).

 

Ia menilai respons masyarakat Lombok menunjukkan bahwa kesenian tradisional tetap memiliki daya tarik, termasuk bagi penonton yang tidak memiliki kedekatan langsung dengan budaya Madura.

 

Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa promosi daerah tidak harus selalu dilakukan melalui destinasi wisata. Kesenian tradisional juga dapat menjadi identitas yang membawa nama Sumenep ketika tampil dalam agenda berskala besar.

 

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim. Menurutnya, tampilnya Tongtong di tengah agenda MotoGP menjadi kebanggaan tersendiri karena musik tradisional Sumenep dapat dinikmati masyarakat dari berbagai daerah.

 

“Kita tentu harus bangga dengan musik tradisional Sumenep. Tongtong mampu tampil dan menghibur seluruh warga yang hadir di Mandalika. Ini menjadi kebanggaan bagi Sumenep,” ujar Imam.