Bencana yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya itu juga menyebabkan kerusakan besar pada permukiman warga. BNPB mencatat sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada hunian masyarakat. Fasilitas publik yang menjadi pusat aktivitas warga turut terdampak. Data BNPB menunjukkan 87 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, disusul 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor pemerintahan, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.
Untuk mempercepat penanganan darurat, BNPB bersama berbagai instansi terkait mulai mengirimkan bantuan logistik ke wilayah terdampak melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur.
Bantuan tambahan juga diberangkatkan dari Jakarta melalui Pangkalan Operasi TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma dengan total mencapai 50 ribu paket bantuan atau setara 275 ton logistik.
“BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. Saat ini bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket yang berasal dari Sekretariat Kabinet,” jelas Berton.
Sementara itu, getaran gempa kuat juga dirasakan hingga wilayah Kabupaten dan Kota Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.