Penyidikan juga mengarah pada dugaan adanya jaringan distribusi yang tidak hanya memiliki satu jalur.

 

Menurut Victor, terdapat dua kelompok yang diduga memiliki jalur masing-masing. Jalur pertama berasal dari pihak yang memberikan modal sekaligus memerintahkan produksi. Kelompok ini diduga mempunyai tempat dan jaringan untuk mengedarkan uang palsu.

 

Sementara jalur kedua berasal dari pihak yang memproduksi uang palsu dan diduga mempunyai jaringan distribusi sendiri.

 

"Jadi tidak hasil dari 360 ribu lembar ini diarahkan kepada satu sumber, tetapi pada dua sumber nantinya," jelas Victor.

 

Polisi juga masih menelusuri kemungkinan sindikat tersebut berkaitan dengan jaringan produksi uang palsu yang pernah diungkap sebelumnya. Namun, hingga kini belum ditemukan keterkaitan antara jaringan di Tangerang Selatan dengan jaringan lain.