Agustinus mengaku tersulut emosi karena merasa terus didesak bahwa bantuan yang dikirim ke wilayahnya sudah dalam jumlah besar.
Ia bahkan meminta petugas BNPB melihat langsung kondisi logistik di posko untuk membandingkan data dengan barang yang tersedia. Persoalan semakin memanas ketika Agustinus diminta menandatangani berita acara penyerahan bantuan.
Ia menolak membubuhkan tanda tangan karena menilai jumlah barang yang secara fisik diterima di posko tidak sesuai dengan angka yang tercantum dalam dokumen.
“Bawa, Pak, punya bantuan. Ini Pak punya bantuan, saya stres ditekan,” ucapnya.
Agustinus menegaskan bahwa setiap bantuan yang diterima akan dicatat dan kemudian didistribusikan kepada masyarakat di 11 desa secara transparan.