Demonstrasi itu juga menarik perhatian sejumlah figur publik yang ikut menyampaikan aspirasi. Salah satunya adalah Zaskia Adya Mecca, yang menyoroti persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Zaskia mengungkapkan keprihatinannya setelah menghabiskan sekitar sepekan di Kalimantan untuk membantu upaya pemadaman kebakaran. Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan lebih serius dari pemerintah dan instansi terkait.
Dukungan tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui penyediaan peralatan pemadaman yang memadai serta penguatan langkah pencegahan agar kebakaran tidak terus meluas.
Insiden saling dorong antara mahasiswa dan aparat menjadi salah satu titik paling tegang dalam demonstrasi tersebut. Setelah akses dibuka dan massa diperbolehkan melintas, aparat kembali menempati posisi penjagaan untuk mengatur pergerakan peserta aksi.
Hingga situasi mereda, pengamanan di sejumlah akses menuju Bundaran HI tetap dilakukan di tengah berlangsungnya penyampaian aspirasi mahasiswa.