“Yeeeeeeeeee!” teriak para siswa.
Beberapa di antaranya bahkan berseru,
“Yee, Alhamdulillah!” Guru tersebut tampak heran melihat reaksi anak-anak. Ia kemudian mencoba menggali alasan di balik kegembiraan mereka.
Baca Juga:Storia Estoria: Ruang Kisah, Ruang Makna
“Eh, kenapa kok malah pada senang? Lebih mending makan di rumah?” tanya sang guru.
Para siswa kemudian mengungkapkan alasannya. Salah seorang siswa menyebut makanan MBG kerap tidak habis. Menurut mereka, makan di rumah terasa lebih menyenangkan ketika makanan yang diberikan melalui program tersebut tidak sesuai selera atau tersisa.
Baca Juga:Main Belakang