Dalam pembahasan tersebut, Dedi disebut memiliki tren elektabilitas yang meningkat sejak awal 2026. Bahkan, seorang pejabat yang disebut pernah berkomunikasi dengan Jokowi mengungkapkan bahwa perkembangan elektabilitas Dedi telah menjadi perhatian sejak awal tahun.

 

Jokowi itu sudah mencermati melalui survei internal atau lewat survei internal bahwa nama Dedi Mulyadi itu trennya sudah mulai naik di awal tahun,” kata narasumber.

 

Perkembangan tersebut kemudian disebut mendorong komunikasi antara Jokowi dan Dedi Mulyadi.

 

“Karena mencermati tren elektabilitas Dedi Mulyadi, Jokowi berupaya menjalin komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat itu,” lanjutnya.

 

Namun, komunikasi tersebut disebut belum secara langsung mengarah pada pembentukan pasangan capres-cawapres.