Ia menyebut kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi panitia. Namun, penjelasan soal kendala teknis itu belum menghapus keluhan mengenai pelayanan yang dinilai tidak merata.
Keluhan sejumlah undangan mencuat setelah tamu non-VIP disebut hanya memperoleh air mineral dalam kemasan gelas bermerek Chellep. Sementara itu, konsumsi untuk tamu VIP dilaporkan berbeda.
Namun, Faidi membantah adanya kesengajaan untuk menciptakan kesenjangan pelayanan antara tamu VIP dan non-VIP. Ia menjelaskan, barisan depan ditempati para Masyaikh, Ketua Partai Politik, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (NU), pengurus DPC yang dilantik, serta sejumlah Bu Nyai.
Sementara itu, pengurus PAC PKB dan sejumlah unsur Badan Otonom ditempatkan di bagian belakang. Bahkan, menurut Faidi, beberapa pengurus yang hendak dilantik dan anggota panitia sendiri tidak memperoleh tempat duduk.
“Kalau semuanya dipakaikan meja, tidak akan muat. Kami ingin mengundang semua, ingin melibatkan semua,” katanya.