Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC PKB Sumenep, mengakui keterbatasan kapasitas dan kemampuan panitia membuat pelayanan yang diberikan belum maksimal. Ia juga menyatakan memahami jika sejumlah undangan merasa kecewa dengan kondisi tersebut.
Namun, alasan keterbatasan tempat dan penataan tamu tetap menyisakan persoalan mendasar: ketika sebuah acara mengundang banyak pihak atas nama kebersamaan, kesiapan pelayanan semestinya menjadi bagian penting dari perencanaan, bukan sekadar bahan evaluasi setelah keluhan muncul.
Amplop Ada yang Kosong
Persoalan tak berhenti pada konsumsi dan tempat duduk. Sejumlah sumber juga menyampaikan kepada redaksi estoria.id mengenai uang dalam amplop yang diterima undangan.
Dalam wawancara, Faidi menjelaskan bahwa nominal Rp175.000 merupakan akumulasi uang transportasi sebesar Rp100.000 dan alokasi konsumsi sebesar Rp75.000.