Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai sumber dana dan tindak lanjut atas amplop kosong. Meski demikian, kejadian itu tetap menunjukkan adanya kekurangan dalam pemeriksaan sebelum uang diserahkan kepada undangan.

 

Faidi pun memastikan seluruh kekurangan yang ditemukan di lapangan akan menjadi bahan evaluasi. Ia kembali menegaskan bahwa panitia tidak berniat membedakan perlakuan terhadap para undangan.

 

Terpisah, Ketua DPC PKB Sumenep, Kamalil Ersyad, mengakui kekurangan panitia, disusul permohonan maaf dari Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep, M. Muhri.

 

Keluhan muncul karena konsumsi yang diterima tamu non-VIP disebut hanya berupa air mineral dalam kemasan gelas bermerek Chellep. Sementara itu, konsumsi untuk tamu VIP dilaporkan berbeda.

 

Ersyad mengakui pengelolaan kepanitiaan belum berjalan maksimal, terutama dalam menjangkau seluruh bagian ruangan dan memastikan makanan ringan terbagi secara merata.