Menurut Aisah, Ridwan menjelaskan bahwa Novia Arvianti merupakan orang yang dikenalnya dengan baik sehingga ia menaruh kepercayaan kepada teller tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Ridwan juga disebut menawarkan bantuan uang kepada keluarga korban.

 

"Ridwan juga menawarkan bantuan Rp250 ribu selama tiga sampai lima bulan," kata Aisah.

 

Namun tawaran itu ditolak. Aisah mengaku tetap berpegang pada keputusannya untuk menempuh jalur hukum.

 

"Tapi saat saya menolak dan bilang akan membawa kasus ini ke ranah hukum, si Ridwan ini mengurungkan niatnya," tuturnya.

 

Tidak berhenti di situ, beberapa waktu kemudian Ridwan kembali mendatangi rumah keluarga Abdul Hamid. Kali ini, menurut Aisah, ia datang bersama sejumlah pegawai BRI lainnya, termasuk Desy yang disebut sebagai pimpinan Briguna, Novia Arvianti, serta anggota keluarga Novia.