Ke-17 siswa tersebut telah mendapatkan pemeriksaan dan obat. Dinkes Boyolali juga masih melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit untuk mengetahui jumlah kasus secara lebih rinci.
Sampel Makanan Diperiksa di Semarang
Dugaan gangguan kesehatan tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dibagikan pada Kamis (20/8/2026). Makanan diterima siswa sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan sejumlah siswa mulai mengalami keluhan pada sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB.
Gejala yang dilaporkan meliputi mulas, mual, perut terasa melilit, diare hingga pusing.
Menu yang dibagikan terdiri atas tahu pong, nasi putih, buah kelengkeng, kuah sup, serta sup manten. Hidangan sup tersebut berisi makaroni, jamur, wortel dan irisan ayam.
Namun, Dinkes Boyolali belum memastikan bahan makanan yang menjadi penyebab munculnya keluhan tersebut. Penyelidikan epidemiologis masih dilakukan, sementara sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Semarang.