Ada fakta lain yang muncul dari kejadian tersebut. Marsih menyebut siswa kelas VIII E tidak mengalami keluhan seperti yang dialami siswa lainnya.

 

Menurutnya, kondisi itu diduga karena siswa di kelas tersebut tidak mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan.

 

“Jadi siswa kelas VIII E mungkin buka [menu] tapi enggak suka, jadi enggak makan,” katanya.

 

Dinkes Boyolali masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan sampel makanan di Labkesmas Semarang akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah keluhan para siswa dan tenaga kependidikan memang berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.