Unggahan itu muncul di saat perhatian publik mulai tertuju pada arah dan konstelasi menjelang Muktamar NU. Meski tidak secara eksplisit mengarah kepada pihak tertentu, pesan tersebut dinilai sebagai ajakan untuk menjaga khittah NU sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang mengedepankan persatuan.
Bagi banyak kalangan, NU selama ini dikenal sebagai wadah yang mampu merangkul beragam latar belakang pemikiran dan kepentingan dalam bingkai kebersamaan. Karena itu, pesan yang disampaikan Gus Muhaimin dianggap sebagai pengingat agar tradisi tersebut tetap terjaga menjelang forum tertinggi organisasi.
Namun bukan hanya pernyataan soal politik yang menjadi sorotan. Di akhir unggahannya, Gus Muhaimin menuliskan kalimat singkat yang justru memancing perhatian lebih luas dari warganet.
"Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!" tulisnya.
Ungkapan rindu kepada almarhum KH Hasyim Muzadi, Ketua Umum PBNU periode 1999–2010, langsung memunculkan beragam respons. Sebagian mengaitkannya dengan situasi yang sedang berkembang di internal NU saat ini, sementara yang lain menilai itu sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh besar Nahdlatul Ulama.