ESTORIA – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, suasana di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menjadi perhatian publik. Di tengah berbagai spekulasi dan dinamika yang berkembang, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin melontarkan pernyataan yang langsung menyita perhatian.
Melalui akun X pribadinya, Minggu (21/06/2026), Gus Muhaimin menegaskan bahwa NU bukanlah ruang untuk pertarungan kepentingan politik. Menurutnya, organisasi yang didirikan para ulama itu sejak awal dibangun sebagai rumah besar yang menyatukan berbagai kalangan, bukan arena kompetisi yang saling menyingkirkan.
"NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu," tulis Gus Muhaimin.
Pernyataan tersebut kemudian berlanjut dengan kalimat yang memantik berbagai tafsir di kalangan warga nahdliyin maupun pengamat politik. Tanpa menyebut nama atau kelompok tertentu, Gus Muhaimin mengingatkan agar kepentingan politik tidak dibawa masuk ke dalam tubuh organisasi.
"Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," lanjutnya.