"Indonesia membawa skala dan momentum bagi fase pertumbuhan Asia berikutnya. HSBC berada pada posisi yang unik untuk menghubungkan ambisi industrial Indonesia dengan modal global dan akan terus memprioritaskan peluang pertumbuhan tersebut," ujar perwakilan HSBC Indonesia.
Hal serupa juga terjadi di Standard Chartered Indonesia. Laporan keuangan perseroan mencatat remitansi laba ke kantor pusat sebesar Rp388 miliar sepanjang 2025. Namun, saldo laba yang belum diremitansikan justru meningkat menjadi Rp967,6 miliar dari Rp442,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing Standard Chartered Indonesia, Puni Anjungsari, menjelaskan bahwa remitansi tersebut merupakan distribusi laba dari tahun-tahun sebelumnya yang dilakukan secara rutin dan sepenuhnya mengikuti regulasi di Indonesia.
Ia menegaskan seluruh proses telah memperoleh persetujuan OJK serta tidak mengubah komitmen jangka panjang Standard Chartered di Indonesia.
Menurut Puni, Standard Chartered tetap aktif mendukung pembangunan ekonomi nasional, termasuk melalui perannya sebagai sovereign rating advisor bagi Pemerintah Indonesia serta dalam memobilisasi pendanaan untuk berbagai proyek strategis, termasuk Danantara.
Sementara itu, Citi Indonesia juga mencatatkan remitansi laba sebesar Rp2,44 triliun sepanjang 2025. Di sisi lain, bank asal Amerika Serikat tersebut masih membukukan laba yang belum diremitansikan sebesar Rp10,17 triliun, meningkat dibandingkan Rp10,05 triliun pada akhir 2024.