Perbedaan pandangan itu bahkan membuat KH Abdul Wahab sempat diminta meninggalkan pesantren dan membuka tempat belajar sendiri.
Meski demikian, penolakan tersebut tidak berlangsung lama. Sekitar dua puluh hari kemudian, KH Hasbullah berubah sikap. Ia justru mendukung putranya dan membangun madrasah sebagai pusat pendidikan baru.
Sejak saat itu, sistem madrasah berkembang pesat di Tambakberas. Meski sempat terhenti pada masa pendudukan Jepang, model pendidikan tersebut kembali dihidupkan hingga menjadi fondasi pembelajaran di pesantren sampai sekarang.
Tempat Tumbuhnya Gagasan Pendiri Nahdlatul Ulama
Nama KH Abdul Wahab Hasbullah tak bisa dipisahkan dari sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama. Lahir di Jombang pada 31 Maret 1888, ia dikenal sebagai ulama, pejuang kemerdekaan, tokoh pembaru pendidikan, sekaligus Rais Aam PBNU kedua.